Tampilkan postingan dengan label Romance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Romance. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Maret 2010

Senyum

Pagi itu, seutas senyum menyapaku di tengah dinginnya embun..

Senyum itu ramah, menghangatkan tubuh yang masih tergigil

Mentari belum sepenuhnya terbit, kabut belum sepenuhnya hilang, lampu-lampu jalan belum semuanya padam, tapi senyum itu seakan menerangi diriku..

Seutas senyum yang ikhlas, terpancar dari bibir manis yang mempesona..

Banyak senyum yang lain, akan tetapi senyumnya lah yang terindah

Banyak senyum yang menyapa, tapi hanya senyumnya yang bisa kurasa..

Aku berfikir, bagaimana dia bisa melakukannya? Bukankah seharusnya semua sama? Kenapa yang ini beda?

Bukankah otot yang menggerakannya sama? apa yang ada di mataku pun seharusnya sama.. tetapi yang ini sungguh berbeda..begitu hangat..

Aku menikmati senyuman itu, dari dinginnya pagi, teriknya siang, hingga menusuknya malam..

Karena senyuman itu begitu indah

Karena senyuman itu bisa menguatkanku

Karena senyuman itu bisa mendamaikan hatiku

So, just smile for me.. =)

Making Happiness


Karena kegembiraan itu tidak bisa dibeli atau dicari, tapi dibuat..

Siapa yang membuatnya? Tentu diri kita sendiri.

Saat kesedihan melanda, siapa yang membuatnya? Tentu saja kita sendiri.

Kalau kita sendiri yang membuat kesedihan itu, berarti kita sendiri yang bisa membuangnya, bukankah begitu? Yup ^^

Dan dengan begitu berarti kegembiraan itu muncul? Tentu saja.

Bukankah itu berarti membuat kegembiraan itu mudah? Sudah barang tentu..

Tapi kenapa masih banyak yang bersedih? Karena mereka belum tahu caranya bagaimana bergembira

Membuat kegembiraan? Iya

Kenapa kita tidak membantunya membuat kegembiraan? Karena hanya mereka sendiri yang bisa membuatnya

Lalu tidak adakah yang bisa kita lakukan? Ada

Apa itu? Dengan bergembira

Kok bisa? Karena kegembiraan itu ajaib

Maksudnya? Kita yang membuatnya, tapi bukan hanya kita yang bisa merasakannya

Kegembiraan itu menular? Pasti

Berarti kita bisa mencari kegembiraan dari orang lain? tidak juga

Kenapa?

Karena kegembiraan itu tidak bisa dibeli atau dicari, tapi dibuat..


Regards

7 Maret 2010, Elessar



KISAH TENTANG RUMPUT LIAR


Rumput liar itu, menyembul dibalik pagar kawat ditepi jalan. Usianya masih muda, belum genap seminggu ia meramaikan hijaunya ilalang di pekarangan sebuah kawasan rumah susun. Batangnya tipis melengkung menjorok ke tepi jalan seolah menatap ke arah warung makan di seberang jalan. Di sanalah ia menjadi saksi bisu, saksi cerita tentang kehidupan yang seolah tak pernah berhenti bergejolak.

Rumput liar sebagai saksi, sebuah kisah perjalanan kehidupan pemuda yang penuh harapan. Harapan tentang cinta, tentang pengorbanan, semangat, sekaligus haru kehidupannya. Saksi dari sebagian kecil perjalanan hidupnya yang penuh makna.

Rumput liar itulah yang menjadi saksi, betapa bahagia pemuda itu ketika dia bersama pujaan hatinya. Menyaratkan makna, bercanda ria, seolah tak peduli keberadaannya di seberang jalan sana. Dan memang keberadaannya tak pernah disadari, tapi rumput liar itu tetap setia menjadi saksi, kisah awal yang bahagia.

Lama sudah rumput liar itu tumbuh, kehidupannya sebagai saksi hidup perjalanan cinta pemuda itu pun berkembang. Banyak ia melihat tawa, kadang ia melihat kesedihan di raut wajah pemuda itu. Banyak didengarnya tawa lantang pemuda itu di tengah kerumunan teman-temannya. Tak jarang juga ia mendengar cacian penuh kekesalan yang terlontar dari mulutnya.

Suatu malam ketika rumput liar akan terlelap dalam heningnya malam, ia melihat pemuda itu bersama wanita yang dipujanya. Rumput itu mencoba mengerti apa yang diucapkan oleh keduanya walaupun terpisah bermeter jauhnya. Tampak wajah hening dan haru, seolah memendungkan malam yang cerah itu. Tidak tampak tawa yang biasa ia dengar, tidak juga ada raut keceriaan terpancar dari keduanya. Mungkin rumput itu tak pernah tahu apa yang terucap dari mulut keduanya, tapi yang jelas malam itu ditutup dengan sebuah perpisahan, perpisahan yang mengubah segalanya, yang bagi rumput liar itu, sangatlah tiba-tiba.

Tidak lagi dijumpainya tawa lepas pemuda itu, wajahnya lebih sering terlihat tertunduk, menatap kosong. Rumput itu tahu terkadang ia menatap ke arahnya, tapi tidak dengan pikirannya. Banyak teman disampingnya, kadang ia bisa tertawa, tapi itu hanya sementara. Mungkin hanya rumput itulah yang mengerti, bagaimana rapuhnya pemuda itu. Tapi rumput itu hanya bisa terdiam, mencoba mengilhami kisah pemuda itu dan menunggu hidupnya bergulir.

Rumput itu terus tumbuh dan menua, sesekali dalam harinya ia dikejutkan dengan kedatangan pemuda itu bersama sang pujaan. Tapi semua tak seperti dulu, walaupun ia melihat lebih banyak raut kegembiraan, tapi tak setulus dulu. Ada beban yang mengganjal di hatinya, yang mungkin hanya rumput liar itu yang sanggup memahaminya. Dan seperti biasa malam itu ditutup dengan perpisahan yang mengharukan.

Lama sudah rumput liar itu tak melihat sang pujaan, hanya pemuda itu yang sering dijumpainya. Mungkin hanya rumput liar itu yang mengerti keadaannya, mungkin hanya rumput liar itu yang bisa menangkap janjinya, janji untuk selalu setia dan menjaganya. Janji untuk mendatangkan kebahagiaan dalam kehidupannya, janji yang terus diyakinkan dalam hati pemuda itu, hingga ia tak pernah berhenti untuk berusaha, walaupun rumput itu tahu, betapa berat dan banyak rintangan yang menghalanginya.

Rumput liar itu sudah menguning, diterpa panasnya hari dan diselimuti dinginnya malam. Disapa derasnya hujan dan teriknya matahari. Tapi rumput liar itu telah mengikrarkan janji, seperti janji pemuda itu dalam hatinya, janji tulus untuk tidak akan mati sebelum melihat pemuda itu berbahagia, kebahagiaan tulus yang selama ini didambakannya, kebahagian yang ingin dibaginya bersama sang pujaan, yang selama ini tetap setia dinantinya.

Rumput itu semakin mengering, ia tahu akhir kisah hidupnya sudah dekat. Kawan-kawannya lebih dulu meninggalkannya. Meninggalkan rumput itu sendiri menanti janji yang menurutnya pasti akan terwujud. Janji tulus untuk sang pemuda yang tegar, menghadapi tiap rintangan dan cobaan, demi memperjuangkan cintanya, cinta yang didambanya, yang akan selalu dijaganya sepenuh jiwa. Rumput itu pun semakin menua, tubuhnya tak lagi kuat menanggung beban, ia jatuh di tanah beraspal di tepi jalan, tinggal menunggu waktu untuknya mengakhiri kisahnya di dunia ini. Namun janjinya belum terpenuhi, janji yang selalu membuatnya terjaga untuk menemani sang pemuda, walaupun ia tak pernah menyadarinya.

Ketika rumput itu seolah tak sanggup lagi bertahan, dilihatnya pemuda itu datang, bersama sang pujaan. Rumput liar itu melihat sesuatu yang berbeda, sesuatu yang tak pernah dilihatnya selama ini. Sesuatu yang hanya dia lihat di awal kehidupannya, sebuah kebahagiaan tulus yang terpancar dari wajah pemuda itu. Terlihat keceriaan di mata keduanya, terlihat tatapan penuh kebahagiaan yang menyejukkan sore itu. Keduanya tampak berseri, sambil berikrar satu sama lain. ikrar untuk saling setia dan menjaga, ikrar untuk saling mengisi dan berbagi, ikrar untuk berbahagia bersama, setelah semua kisah yang telah mereka lalui. Rumput itu pun terlihat senang, janjinya sudah terwujud, tak ada lagi beban dalam hatinya, kini ia sudah bisa mengakhiri kisahnya sebagai saksi, saksi senja yang kini tak diakhiri dengan perpisahan, tapi kebersamaan yang indah mengiringi tenggelamnya sang surya, melepas kepergian sang rumput liar itu meninggalkan dunia.

HATI YANG MEMBINGUNGKAN

Duduk di depan komputer, menatap layar yang kosong..

Ketika tangan ini mulai menyentuh keyboard, menitikkan suara hati yang kadang tak pernah bisa dimengerti..

Karena hati ini tak punya buku petunjuk (kata John Mayer ketika kisah cintanya kandas)

Kembali ke keyboard, kembali menitikkan..


Dulu hati ini pernah begitu gembira

Saat dimana semua terasa begitu cepat dan tak pernah ingin diakhiri..

Tapi hati ini juga pernah begitu terluka

Saat dimana semua dirasa sangat lambat dan serasa tak pernah berakhir..


Tapi apa yang sebenarnya diinginkan oleh hati ini?

Sayangnya dia tak punya buku petunjuk (kata John Mayer ketika kisah cintanya kandas)

Dan karena itu dia sangat sulit untuk dimengerti

Andai hati ini punya buku petunjuk (andai John Mayer salah)


Dulu hati ini pernah begitu ramai

Bercampur aduk penuh perasaan, rumit dan membingungkan..

Tapi hati ini juga pernah begitu sepi

Kosong dan tak berpengharapan..


Andai hati ini punya petunjuk..


- Regards-

7 Maret 2010, Elessar


GOOD POEM

Maybe, GOD wants us to meet a few of the wrong people

before meeting the right ones.

So, when the right ones come along,

we’ll know how to be grateful and

thankful for the gift.


When one door of happiness closes,

another opens.

But

often we stare so long at the closed door that...

We’ll soon realize that the open door,

for however long it was opened,

is now closed too.


There are moments in life when you

really miss someone. And you wish you

could just pluck them from your dreams...

And just hug him or her for real!


If someone loves you,

love them back.

If someone hurts you,

love them back unconditionally…

The irony is not that

love hurts sometimes,

it’s the fact that the cut of each

is felt equally as deep.


The best kind of friend is the one that you

could sit on a porch and swing with,

and never say a word..

Then get up and walk

away feeling like it was the best

conversation you’ve ever had.


It’s also true that we never know what we’ve been missing

until something or someone else arrives.

It’s true that we never know what we’ve got

until we lose it...


A careless word may kindle strife.

The cruel word usually wrecks a life.

Timely words help level stress…

But, it’s loving words

that heal and bless.


The happiest of people don’t necessarily

have the best of everything in life...

Perhaps they’re just good at making the best of most everything that

life brings along their way.


Tender moments aren’t really tender at all.

They are some of the few times...

When things like pride and gender are swallowed and we allow ourselves emotional, spiritual, and physical happiness.


It hurts to love someone

and not be loved in return.

It’s even more painful

to love someone and...

Never find the courage to let

that person know just how

it is you feel.


Never say goodbye if you still

want to try. Never give up when

there’s hope to go on. Never

say you don’t love them...

If you know that you’re

the one that can’t let go.


You’ve experienced true love if:

you’ve taken away the feelings,

taken away passion,

and taken away romance...

Only to find that after all that, you still care!


Giving love is no assurance love will be returned.

So don’t expect it.

Wait for it to grow in the other’s heart...

Just in case it doesn’t, be content

in knowing that

the love was able to grow in yours.


If you have GOD in your life,

food on your table, a roof over

your head, clothes on your back,

reasonable income and, love

and faith in your heart...

Be happy and glad. For

anything else that life can

offer is nothing more than

La-La.




ShoutMix chat widget